Buku dan Naskah

KERJA DI RUMAH

Menyambung tulisan sebelumnya cerita soal freelance. Kerja di rumah? Hai-hai tim yang kerjanya di rumah, hallowww. Kita satu tim berarti ya hehehe. Ini ceritaku ya, tidak mewakili perasaan atau pendapat teman-teman yang sama kerja di rumah juga, kalau ada kesamaan, cas mungkin itu unsur persamaan yang tidak disengajaan😊

Ibu rumah tangga

Kerja di rumah, yang dulu mungkin identik dengan ibu rumah tangga. Sekarang? TIDAK. Saat ini seharusnya sih tidak sulit ya, ketika harus menjelaskan “kerja di rumah”. Karena ada banyak hal yang bisa dikerjakan di rumah, ada banyak yang menjadikan rumah sekaligus tempat kerja atau kantornya. Aku adalah salah satunya. Dan jangan kira ibu rumah tangga itu kerjanya hanya mengurus rumah tangga saja. Ada banyak ibu rumah tangga yang juga memiliki pekerjaan di luar jadi ibu rumah tangga, tak sedikit sukses dengan pekerjaan/bisnisnya itu, yang kebanyakan tentu saja dikerjakan di rumah. Next time mau ah cerita tentang ibu rumah tangga, menurut versi aku. Insya Allah yaaa. Lanjut cerita kerja di rumah.

Kerja kantor VS kerja di rumah

Aku salah satu yang sebelum memutuskan kerja dirumah, punya pengalaman kerja di luar, alias pagi pergi ke kantor pulang sore, pernah juga mengajar, sama juga pergi pagi pulang sore. Intinya bekerja di perusahaan/sekolah sebuah tempat milik orang/kelompok yang mempekerjakan aku. Rasanya senang ya, karena ketika bekerja bertemu dengan teman-teman satu pekerjaan. Rasa stres karena pekerjaan pun kadang bisa cepat teratasi karena terobati dengan mengobrol atau bersenda gurau dengan teman, bisa makan atau sekadar nongkrong dengan teman kantor sepulang kerja. Selain itu memiliki suasa bekerja yang berbeda, di rumah dan dikantor, berbeda ya rasanya, sudah pasti.

Kerja dirumah

Jadi, ketika memutuskan menjadi ibu rumah tangga, awalnya bingung akan melakukan apa di rumah, selain mengurus anak dan rumah tangga. Jujur, seorang pekerja yang biasa otaknya berpikir harus mengerjakan ini itu, kemudian hanya memikirkan satu pekerjaan saja, rasanya bosan, jenuh, dan stres. Lambat laun merasa tidak punya teman, merasa sendiri dan merasa tidak bisa apa-apa. Pelan-pelan mulai menekuni hobi yang sebelumnya sering dilakukan, yaitu menulis, pelan-pelan mulai memberanikan diri melamar peluang penulisan. Awalnya tentu saja stres juga, karena ternyata mengurus rumah, menjaga dan mengajar anak di rumah sambil melakukan pekerjaan itu TIDAK MUDAH.

Kadang saling memengaruhi ketika pekerjaan belum selesai dan sudah dekat dead line sedangkan anak jadi sering ingin diperhatikan. Tanpa sadar suka ada rasa kesal pada diri sendiri, imbasnya, ngebentak anak tanpa sadar, atau enjoy dengan pekerjaan sehingga anak jadi kurang diperhatikan. Itu adalah salah satu dilema ibu rumah tangga yang juga sambil bekerja di rumah. Sadar hal itu salah, sedikit demi sedikit mulai memperbaiki ritme kerja, dan managemen diri tentunya. Jangan sampai karena pekerjaan anak terbengkalai atau sebaliknya karena mengurus rumah tangga pekerjaan jadi terbengkalai, karena keduanya memiliki pertanggungjawaban yang berbeda. Ketika menyanggupi sambil bekerja berarti harus siap dengan risikonya.

Gangguan bekerja di rumah

Bekerja di rumah itu, kalau tidak cerdas melakukannya, ada banyak sekali godaannya. Beda ketika kita bekerja di tempat kerja. Apa saja sih biasanya gangguan yang ditemui kalau kerja di rumah? Ini adalah beberapa gangguan yang biasanya aku rasakan.

  • Suasana rumah, rumah dan kantor suasananya berbeda ya. Dari katanya saja kita sudah punya rasa berbeda. Orang cenderung santai ketika mendengar kata rumah dan seperti siap kerja kalau mendengar kata kantor. Jadi nih ya, semangat yang dimiliki ketika bekerja di rumah itu harus double. Di rumah itu ya…, lihat tempat tidur, maunya tiduran dulu padahal udah waktunya memulai aktivitas. Lihat ruang tivi maunya santay dulu, lihat banyak makanan maunya ngemil mulu.

Tapi, ini sih biasaya di awal-awal saja, seiring dengan berjalannya waktu, kita akan menemukan ritme yang sesuai, membuat jadwal keseharian yang harus dilakukan, agar tidak memengaruhi pekerjaan domestik dan pekerjaan untuk klien.

  • Kerja di rumah merasa bosnya diri sendiri, jadi kadang keinginan untuk menunda pekerjaan sangat besar. Tapi, balik lagi sih ini di awal biasanya karena belum terbangun jiwa pekerja mandirinya. Lama-kelamaan akan terlatih, bahwa karena kita bosnya jadi harus bisa mengatur segala sesuatunya dengan baik. Kembali lagi belajar managemen diri.
  • Karena kerja di rumah, kadang sebagian orang masih menganggap bahwa di rumah itu santay kerjanya, padahal tidak juga, kita punya jam kerja, walaupun tidak sama dengan orang kantoran ya. Tidak samanya karena kita yang ngatur, mau memulai kerja jam berapa sampai jam berapa. Kadang bisa lebih cepat dan santay, kadang bisa juga melebihi jam orang ngantor alias lembur terus hehehe.

Intinya yang penting pekerjaan selesai tepat pada waktunya. Nah, karena di rumah, kadang tidak bisa menolak ketika ada saudara atau teman yang bertamu di jam yang seharusnya kerja.

Itulah beberapa gangguan yang biasanya ditemui kalau kerja di rumah. Tapi, jujur sih banyak enaknya. Kita bisa mengatur waktu kerja, itu yang pertama. Keduanya karena freelance kita bisa menjadwalkan kapan kita ingin libur. Cuma catatannya karena freelance itu tidak terikat ya, jadi kita juga harus rajin mencari peluang pekerjaan yang bisa kita kerjakan. Satu lagi yang jadi catatan bagi yang freelance atau bekerja di rumah, managemen keuangan yang harus dikelola dengan baik. Karena pemasukan yang diterima berbanding lurus dengan pekerjaan yang kita terima. Semakin banyak pekerjaan yang diterima, semakin banyak juga pemasukannya. Sebaliknya, kalau sedikit pekerjaan yang kita miliki ya sedikit juga pemasukannya. Berbeda dengan pekerja kantoran yang digaji setiap bulan, yang sudah pasti berapa pemasukannya. Semangat yaaa buat kamu yang juga bekerja di rumah. Semoga Allah mudahkan semua urusan kita, dilancarkan rezeki kita semua. Tetap bersyukur dalam kondisi apa pun. Aamiiin. “Jadi pekerjaanmu editor naskah bu? Gimana sih bu kerjanya jadi editor naskah itu? Susah Enggak bu?”. Apapun pekerjaannya akan jadi susah kalau tidak tau caranya, akan jadi mudah kalau sudah tahu caranya, iya gak sih? Hehehe. Next ditulisan berikutnya, aku certain jadi editor naskah ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *