Buku dan Naskah

Alur Naskah Menjadi Buku

Buku atau lembar berjilid yang didalamnya berisikan tulisan, bukan sesuatu yang asing. Kita semua pasti sudah mengenalnya sejak kecil. Walaupun saat ini teknologi terus berkembang, dan mempermudah orang untuk bisa mendapatkan beragam informasi, dan sedikit banyak mulai menggeser keberadaan buku. Namun, buku sampai saat ini tetap eksis dengan segala kelebihan dan kekurangannya, tetap memiliki tempat di hati masyarakat, dan aku yakin buku akan selalu dibutuhkan.

Beberapa teman yang awam dengan produksi buku bertanya, “Bubu, bisa nggak sih kita bikin buku sendiri, minta diterbitkan aja?” Bisa dong. “Bubu, ternyata bikin buku mahal juga ya, Bu?” Nggak juga sih, tergantung bukunya seperti apa dulu. “Susah nggak sih, Bu, kalau mau bikin buku?” Nggak, asal siap dengan materi buku dan materi untuk biaya produksinya aja kalau mau nerbitin sendiri, kecuali diterbitin penerbit ya, nggak usah mikirin biaya produksinya.

Siapa tahu ada yang punya pertanyaan sama, mungkin berniat untuk membuat buku sendiri atau meminta bantuan penerbit dan lainnya. Aku sharing ya alur pembuatan buku itu, gimana sih? Kurang lebih begini alur atau tahapannya, dan siapa saja yang terlibat dalam pembuatannya.

Penulis/Naskah Buku

Hal pertama yang diperlukan ketika akan membuat buku adalah naskah buku, yang tentunya dibuat atau dipersiapkan oleh penulis. Naskah ini, ada yang berupa naskah sudah jadi, naskah yang dianggap menarik untuk diterbitkan. Biasanya didapat dari ajuan naskah yang masuk ke penerbit. Ada juga yang berdasarakan rikues atau pesanan, yaitu isi naskah disesuaikan dengan kebutuhan yang akan diterbitkan oleh penerbit. Tapi, kalau misal yang akan menerbitkan kamu sendiri, tentu saja naskahnya bebas, ya. Sesuai dengan yang kamu ingin terbitkan.

Editor Naskah Buku

Setelah naskah atau outline masuk ke penerbit dan dinyatakan accord atau acc alias diterima atau disetujui. Langkah berikutnya naskah akan dimasukan ke editor naskah, untuk diperbaiki dari segi bahasa dan lainnya yang berkaitan dengan konten dan tanda bacanya, disesuaikan dengan isi naskah dan kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku. Supaya nantinya naskah yang akan menjadi buku itu bisa dinikmati pembaca dengan baik.

Proses editing ini biasanya akan butuh waktu, karena bisa saja ada beberapa hal yang mungkin belum sesuai, seperti jika ada beberapa yang terdeteksi plagiasi dan harus diperbaiki penulisannya. Atau ada beberapa hal yang kurang baik untuk di share ke pembaca, misalnya menyinggung SARA, sehingga perlu diganti dengan konten lainnya yang lebih sesuai. Atau juga ada beberapa teks yang mungkin belum sesuai karena keluar dari outline yang sudah di acc sebelumnya. Nah, ketika menemukan beberapa hal yang disebutkan itu, biasanya naskah akan bulak-balik editor penulis, sampai naskah sesuai dengan yang seharusnya  atau sesuai dengan yang diharapkan.

Ilustrator

Setelah naskah oke, dan ternyata di dalamnya perlu ilustrasi yang oke juga. Maka tahapan selanjutnya naskah diberikan ke illustrator untuk dibuatkan ilustrasinya. “Perlu waktu lama nggak?” ya tergantung, sulit nggaknya, sama banyak sedikitnya yang akan dibuatkan ilustrasinya itu.

Desainer Cover

Naskah sudah beres, sudah lengkap, biasanya akan dibuatkan covernya oleh desainer cover.

Layouter

Setelah beres edit, naskah akan masuk ke layouter. Ini tahap terakhir, karena biasanya kalau sudah masuk layouter, naskah akan disetting sesuai permintaan, dalam ukuran berapa nanti bukunya akan dibuat, lalu akan dipercantik juga tata letak naskahnya, biasanya tata letak ini disesuaikan dengan isi naskahnya berisi tentang apa, disesuaikan. Settingan buku pelajaran tentu akan berbeda dengan settingan buku cerita anak, novel, atau buku pengetahuan, misalnya.

Setelah beres di layout naskah akan ke mana? Pembuatan naskah sudah selesai. Dari naskah belum jadi, naskah di edit, lalu masuk ke illustrator, layouter, proses tersebut disebut dengan proses pra cetak. Setelah selesai di layout, naskah siap untuk dicetak, dikirim ke percetakan untuk kemudian dibuatkan terlebih dahulu dummynya, yaitu contoh buku yang akan dicetak, supaya kita ada gambaran dan bisa mengecek juga, apakah ada yang perlu diperbaiki lagi atau tidak. Jika sudah oke semuanya, tinggal dicetak saja sesuai dengan jumlah pesanan kita.

Nah, itulah alur pembuatan buku dan siapa saja yang terlibat di dalamnya. Semoga menambah pengetahuan kamu yang belum tau ya. Semoga kamu yang berniat untuk jadi penulis bisa semangat untuk segera dibukukan naskahnya. Buat kamu yang tertarik dengan dunia penerbitan semoga jadi motivasi, bahwa posisi editor, illustrator, desainer, dan layouter, akan selalu dibutuhkan. Semoga bermanfaat tulisannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *